Sabtu, 01 Maret 2014



Tips ini sangat berguna untuk memotret landscape yang benar. Tetapi foto yang bagus tidak selalu foto yang benar. Jadi silakan saja untuk melanggar tips-tips ini, tapi sebelumnya kita harus tahu dulu. Mari kita simak tips berikut ini.

1. Perhatikan Horizon



Jika kita berhadapan dengan suatu pemandangan, hampir dapat dipastikan kita akan melihat garis horizontal yang membentang dan membelah gambar menjadi dua bagian. Ini disebut garis horizon. Dalam Fotografi Landscape, jika salah satu bagian lebih menarik. Berilah porsi 2/3 dari frame. Dan yang kurang menarik beri sisanya yaitu 1/3. Memang tidak mutlak, tetapi bila POI berada pada bagian yang 2/3 maka kesannya akan lebih kuat.

2. Pertimbangkan Langit



Langit adalah elemen yang cukup penting dalam landscape.Jika dalam pemotretan langit kurang bagus, usahkan jangan menempatkan pada 2/3 frame. Ini akan menimbulkan kesan yang flat dan membosankan. Tetapi jika keaadan langit dan awan dalam formasi yang ‘wow’, jangan ragu untuk penuhi frame dengan langit. Gunakan filter untuk meningkatkan kontras dan saturasi langit seperti Gradual neutral density dan Polarizer.

3. Cari Focal Point



Focal point adalah titik dimana mata kita berhenti pada saat memandang sebuah foto. Tanpa focal point, mata kita tidak akan fokus dalam melihat foto. Seperti jenis fotografi lainnya, fotografi landscape juga membutuhkan focal point. Focal point dapat berupa batu, rumput, ranting, bunga. Apapun yang sepertinya menyatu dengan alam dapat dijadikan focal point. Jangan lupakan pengaplikasian rule of third dalam penempatan focal point.

4. Jangan lupakan foreground.
Foreground bisa menjadikan foto kita lebih berdimensi. Ada sense of depth dari foto kita jika kita meletakan foreground dengan benar. Seringkali foreground menjadi POI dari foto landscape kita.

5. Gunakan Tripod



Mungkin sejak zaman digital orang sering melupakan tripod. Buat apa tripod, kalau ISO tinggi sudah bagus hasilnya. Lensa-pun sudah ada yang dengan stabilizer. Ups, jangan salah sangka dulu, tripod hukumnya wajib bagi landscaper. Untuk Exposure diatas satu detik (pasti sering lho), tripod sangat dianjurkan. Walaupun tripod agak repot untuk dibawa, tetapi akan membuat anda tersenyum nantinya.

6. Maksimalkan Depth of Field (DoF)
Yang namanya landscape fotografi, pada umumya semua elemen dalam keadaan fokus. Walaupun tidak mutlak, inilah konsep dasar dari fotografi landscape. Untuk itu gunakan aperture sekecil mungkin. Dan jika perlu, terapkan konsep hyporfocal distance. Dan jika kita mengecilkan aperture, otomatis shutter speed akan berkurang dan tripod dibutuhkan.

7. Tangkap Gerakan Alam



Mungkin sebagian orang berfikir foto landscape adalah foto yang tenang, damai, kalem dll. Tapi kita bisa menambahkan sedikit drama pada foto landscape kita. Dapat berupa ombak di laut, pohon yang tertiup angin, awan yang berjalan, dsb. Dalam menangkap gerakan seperti ini, dibutuhkan beberapa peralatan pendukung seperti filter ND (neutral density) dan tripod. Jika kita berhasil menangkapnya, foto landscape kita akan terasa “otherworld” dengan mood yang sangat kuat.

8. Bekerja Sama Dengan Cuaca



Cuaca tidak dapat kita prediksi. Kita cuma bisa menunggu waktu yang tepat untuk memotret. Kebanyakan pemula berfikir foto landscape yang bagus adalah pada saat hari yang cerah. Ini tidak sepenuhnya salah, disini sudah dijelaskan jenis – jenis fotografi landscape. Foto yang diambil saat hari cerah sudah biasa dan biasa dijadikan foto kalender. Jika kita ingin foto landscape yang sedikit berbeda, memotretlah pada saat cuaca yang tidak biasa. Misalnya saat terjadi badai, mendung, sehabis hujan, langit gelap dengan sedikit sinar matahari, dan kondisi “extrem” lainnya. Foto anda akan lebih berkarakter, karena kejadian yang anda foto barusan tidak akan terulang lagi.

9. Golden Hour



Cahaya dari samping akan menunjukan sebuah dimensi dan tekstur yang kuat untuk sebuah objek. Dalam fotografi landscape, cahaya dari samping muncul saat pagi hari dan sore hari. Pada waktu ini, warna – warni terlihat sangat bagus dan landscape terlihat sangat hidup. Dinamakan golden hour karena warna warni pada waktu ini adalah merah-kuning-seperti-emas. So, memotretlah pada waktu ini ya. 

10. Garis dan Bentuk



Bermainlah dengan komposisi. Garis dapat menjadi focal point yang sangat kuat karena membantu mata kita menelusuri foto landscape kita. Garis dapat memberikan kedalaman ruang yang luar biasa, perspective yang berbeda. Temukan garis dalam foto anda dan jadikan itu kekuatan yang hebat!

11. Ganti Perspective

Eksplorasi. Jangan hanya terpaku pada satu titik. Temukan view yang berbeda dengan view sejajar dengan tanah, atau naik ke atas pohon. Biarkan imajinasi anda mengalir dan mencari view yang sesuai dengan previsualisasi anda.




Posted on 02.13 by Unknown

No comments



Komposisi dalam bidang seni apapun adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensimasing-masing. Namun begitu, ada beberapa panduan tertentu yang tak lekang waktu dan ikut di amini oleh mayoritas pelaku.

Duapuluh tips singkat komposisi untuk fotografi berikut disarikan dari beragam sumber tulisan serta buku fotografi dan semoga pembaca bisa menambah atau menguranginya dengan mengisi komentar di akhir tulisan. Isinya bukan aturan tapi panduan, karena sekali lagi komposisi adalah masalah selera.

  1. Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatian.

    [Image: tips-komposisi-foto-tarik.jpeg]
  2. Sederhana, makin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulkan.

    [Image: tips-komposisi-foto-simpel.jpeg]
  3. Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilang.

    [Image: tips-komposisi-foto-irama.jpeg]
  4. Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekali.

    [Image: tips%20komposisi-foto-frame.jpeg]
  5. Jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto.

    [Image: tips-komposisi-foto-ruang.jpeg]
  6. Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat.
  7. Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyek.

    [Image: tips-kompisisi-foto-pov.jpeg]
  8. Jangan lupa rule of third. Tarik garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian sama besar. Tempatkan obyek utama di persimpangan garis-garisnya.

    [Image: tips-komposisi-foto-rule-of-third.jpeg]
  9. Saat memotret orang, usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah foto. 

    [Image: tips-komposisi-foto-mata.jpeg]
  10. Bagian paling terang dalam foto adalah bagian yang paling menyedot perhatian mata. Taruh obyek utama disana.

    [Image: tips-kompisisi-mata-terang.jpeg]
  11. Background lah yang memperkuat kesan. Jadi jangan biarkan background mematikan obyek utama. Baca lebih jauh tentang background disini.

    [Image: tips-kompisisi-foto-background.jpeg]
  12. Memotret secara horisontal memperkuat kesan lebar dan secara vertikal memperkuat kesan tinggi.
  13. Tajamkan mata untuk mengenali pola yang berulang, manfaatkan.

    [Image: tips-kompisisi-foto-pola.jpeg]
  14. Tajamkan mata untuk mengenali pola simetri, manfaatkan.

    [Image: tips-kompisisi-foto-simetri.jpeg]
  15. Leading line dan kurva-S selalu menyenangkan dilihat. 

    [Image: tips-komposisi-curve.jpeg]
  16. Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata mereka.

    [Image: tips-komposisi-foto-anak.jpeg]
  17. Hindari menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto.
  18. Hindari meletakkan garis horison tepat di tengah foto, usahakan horison ada di sepertiga atas atau bawah.

    [Image: tips-komposisi-horison.jpg]
  19. Jangan biarkan garis horison menabrak bagian obyek yang penting.
  20. Cek, cek dan cek lagi sesaat sebelum memencet shutter. Pastikan apa yang tampak di viewfinder sesuai keinginan anda.

Posted on 01.51 by Unknown

No comments






Dalam memotret menggunakan kamera analog maupun digital tidak jauh berbeda.Dengan kamera analog ada penggantian film, sementara kamera digital tidak ada penggantian film tapi dengan sensor digital.

Kamera digital akhir-akhir ini lebih banyak disukai karena hasil akhirnya bisa langsung dilihat, dan diulang jika hasil fotonya kurang memuaskan. Bagaimana cara menghasilkan foto yang berkualitas lewat kamera digital? Simak beberapa tips berikut ini:

1. Atur kamera dengan mode ukuran gambar paling besar.
Keuntungan dari mode ini adalah memungkinkan Anda dapat mencetaknya dalam ukuran terbesar tanpa ancaman warna foto pecah. Selain itu Anda juga dapat memotong bagian yang tidak dikehendaki pada foto tersebut. Tidak ada gunanya jika Anda membeli kamera dengan resolusi 5, 6, atau 8 megapiksel, tapi Anda tetap memasang mode ukuran gambar standar, dan bukan maksimum.

2. Gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.

Banyak gambar hasil kamera digital memakai format JPEG. JPEG menghasilkan gambar yang buruk jika dikompresi berlebihan. Agar gambar Anda tampak seperti aslinya, gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.

3. Pakai tipe gambar JPEG.
JPEG, meskipun bersifat lossy (kurang jelas), bisa jadi merupakan pilihan terbaik. Pasalnya, ketika Anda mengambil gambar dengan format JPEG, keuntungan yang diperoleh juga berlipat karena Anda bisa mengolahnya lagi dengan Adobe Photoshop. Kamera SLR biasanya memberikan pilihan apakah Anda ingin menggunakan format JPEG, TIF atau Raw. TIF biasa digunakan untuk reproduksi grafis yang berbau seni, misalnya pada majalah dan koran. Sementara Raw, menyimpan apa adanya tanpa pemrosesan gambar lebih lanjut. Dibanding dengan TIF dan Raw, format JPEG lebih mudah dikelola dengan Photoshop. Kedua format tersebut (TIF dan Raw-red) hanya akan menambah pekerjaan Anda sewaktu akan diproses pada Photoshop.

4. Camkan bahwa Whitte Balance itu penting.


Untuk kebanyakan pengambilan gambar, dianjurkan agar dimulai dengan mode Auto white balance. Fungsinya agar kamera Anda bisa membaca pewarnaan dari cahaya yang ada disekitarnya dan secara otomatis mengatur dirinya sendiri untuk mengoptimalkan white balance.
Mode Daylight cocok untuk hari terang, sementara jika hari berawan, dianjurkan agar Anda memakai mode Cloudy. Untuk mengevaluasi pewarnaan dan pencahayaan, janganlupa mengetesnya dengan mengambil satu atau dua gambar.

5. Jangan lupa mengatur “Low ISO Number” atau “Use Auto ISO”.

Hasil gambar akan lebih jernih jika Anda menggunakan ISO rendah, namun sensitivitas kamera dalam menangkap cahaya menjadi lebih rendah. Sementara jika memakai ISO terlalu tinggi, seperti dilansir Dale laboratories, hanya akan menimbulkan noise pada gambar.

6. Optimalkan penggunaan Histogram.

Dengan menggunakan histogram Anda dapat melihat seberapa optimal sensitivitas sensor kamera dalam menangkap gambar.

7. Hindari menggunakan zoom secara digital.

Sebaiknya jangan menggunakan zoom secara digital karena hanya akan membuat kinerjachip yang mengatur tingkat resolusi (piksel) pada kamera menjadi boros. Coba gunakan zoom dari lensa saja, agar bisa menghemat penggunaan chip. Selain itu hasil bidikan, jika menggunakan zoom secara digital, tidak sebagus jika menggunakan zoom lensa.

8. Belilah kartu Memori berkualitas profesional.
Kecepatan rekam pengambilan gambar dengan memakai memori yang berkualitas tinggi dapat mengimbangi teknologi kamera Anda. Misalnya dengan kartu memori berkecepatan 40x, dapat merekam 3 dari 10 jepretan berturut-turut dalam 1 detik. Sementara dengan memori 4x, Anda hanya bisa merekam 1 gambar dalam 3 detik. Keuntungannya, dengan memori berkualitas tinggi Anda tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya pergeseran warna dalam foto.

9. Backup hasil foto dalam CD atau DVD.
Menyiapkan payung sebelum hujan adalah lebih baik. Pastikan backup seluruh kreasi foto-foto Anda dalam CD atau DVD, sebagai antisipasi jika hard drive Anda rusak.

Posted on 01.30 by Unknown

No comments



Nikon D90 merupakan Kualitas gambar yang menakjubkan, kontrol yang luas dan pertama di dunia digital SLR film dengan fungsinya.
Powerfull DX Format SLR dengan 12,3 pengolahan resolusi megapixel, gambar EXPEED, diperpanjang rentang ISO 200-3.200, D-Movie fungsi, Live View, Scene Recognition System dan Kontrol Picture. Semua yang Anda butuhkan untuk memenuhi hasrat Anda untuk fotografi.



Fitur:

  • 12.3 Megapixel
  • DX Format CMOS Sensor
  • 3" VGA LCD Display
  • Live View
  • Self Cleaning Sensor
  • D-Movie Mode
  • High Sensitivity (ISO 3200)
  • 4.5 fps Burst
  • In-Camera Image Editing
Spesifikasi Detail Produk Nikon D90 Body Only Camera Digital

Effective pixels12.3 million
Lens mountNikon F mount (with AF coupling and AF contacts)
Image sensorCMOS sensor, 23.6 x 15.8 mm; total pixels: 12.9 million; Nikon DX format
Monitor3-in., approx. 920k-dot (VGA), low-temperature polysilicon TFT LCD with 170° viewing angle, approx. 100% frame coverage, and brightness adjustment
Storage mediaSD memory cards, SDHC compliant
Image size (pixels)4,288 x 2,848 [L], 3,216 x 2,136 [M], 2,144 x 1,424 [S]
Exposure metering3D Color Matrix Metering II, Center-Weighted and Spot Metering
Exposure modesAuto modes (auto, auto [flash off]), Advanced Scene Modes (Portrait, Landscape, Sports, Close-up, Night Portrait), programmed auto with flexible program (P), shutter-priority auto (S), aperture-priority auto (A), manual (M)
ISO sensitivity ISO 200 to 3200 in steps of 1/3 EV, can also be set to approx. 0.3, 0.7 or 1 EV (ISO 100 equivalent) below ISO 200, or to approx. 0.3, 0.7 or 1 EV (ISO 6400 equivalent) over ISO 3200, ISO sensitivity auto control available
Interface Hi-Speed USB
Power sources One Rechargeable Li-ion Battery EN-EL3e, Multi-Power Battery Pack MB-D80 (optional) with one or two Rechargeable Li-ion Battery EN-EL3e or six R6/AA-size alkaline, Ni-MH, lithium or nickel-manganese batteries (Battery Holder MS-D200 is required when using R6/AA-size batteries)
Dimensions (WxHxD) Approx. 132 x 103 x 77 mm (5.2 x 4.1 x 3.0 in.)
WeightApprox. 620 g (1 lb. 6 oz.) without battery, memory card, body cap or LCD monitor cover

Posted on 01.18 by Unknown

No comments


Berbagai macam kecanggihan yang dimiliki oleh Nikon D7000 merupakan hal yang pastinya mampu menarik peminat fotografi untuk menjajal kecanggihan yang dimiliki kamera ini. Dengan menggunakan prosesor gambar EXPEED 2 yang merupakan pengembangan terbaru dari Nikon, dan sesuatu yang menarik lainnya adalah kamera ini mampu merekam gambar video dengan tampilan Full HD 1080p. Selain itu hal yang lebih mengesankan lagi adalah berbagai macam fitur yang ditanamkan dalam kamera ini mampu memanjakan pengguna dengan pengoperasian yang mudah dan tentunya dengan harga yang sangat terjangkau. Dan berikut ini adalah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Nikon D7000.




Nikon DX-format CMOS sensor

Jantung dari kaera DSLR nikon D7000 adalah Sebuah sensor gambar DX-format CMOS dengan 16,2 megapixel efektif, direkayasa untuk mengoptimalkan kamera dalam mengumpulkan cahaya yang lebih berkualitas melalui lensa Nikkor yang tajam. Dengan konversi 14-bit A/d yang beroperasi di dalam sensor, Nikon D7000 merealisasikan gambar yang menakjubkan yang kaya dengan tone dan detail yang lebih cepat dari yang sebelumnya dalam format DX tanpa mengorbankan kecepatan pengambilan gambar atau efisiensi energi.

Rentang Sensitivitas Wide ISO 100 hingga 6400
Kisaran atau rentang sensitivitas ISO yang di usung oleh Nikon D7000 yaitu antara 100 hingga 6400 pada pengaturan normal dan dapat dinaik kan hingga Hi 2 (ISO yang stara dengan 25600). Hal ini akan mampu memberikan gambar yang tajam dengan noise yang diminimalisir dengan tetap menjaga resolusi tinggi bahkan pada saat pengaturan ISO tinggi. Kamera ini memungkinkan anda untuk memilih kecepatan rana yang lebih cepat dan memungkinkan anda memperluas kreativitas dalam situasi yang lowlight dan adegan olahraga tanpa khawatir image-degrading noise. 

Magnesium Alloy Untuk Body memberi keunggulan tahan cuaca dan anti debu

Di dalam ukuran kamera yang ringkas dengan dimensi 132 (W) x 105 (H) x 77 (D), Nikon D7000 menggunakanmagnesium alloy yang halus dan yang kasar untuk body bagian atas dan bagian belakang cover untuk memberikan daya tahan yang tinggi. Semua bagian tersambung satu sama lain dengan sangat rapat tanpa celah sedikitpun sehingga membuatnya menjadi unggul dalam hal ketahanan terhadap cuaca dan juga memberikan fitur anti debu yang baik.

Scene Recognition Sistem memanfaatkan 2.016-pixel RGB sensor dan sensor gambar

Scene Recognition System secara tepat membaca situasi subjek sebelum menembak dan mengirimkan kontrol otomatis yang sangat akurat. Perangkat ini menggunakan sensor RGB 2.016-pixel yang baru dikembangkan untuk menganalisa kecerahan dan informasi warna adegan serta menerapkan ini untuk autofocus, eksposur otomatis, i-TTL flash control dan auto white balance untuk kontrol yang akurat. Juga, Nikon D7000 mampu mendeteksi hingga 35 wajah manusia memanfaatkan sensor gambar saat menggunakan face-priority AF selama Live View dan perekaman film, dan zoom playback wajah seseorang pada gambar foto.



Beberapa hal di atas merupakan sedikit dari sekian banyak kecanggihan teknologi yang di usung kamera Nikon D7000 sebagai kamera semi profesional. Dan berikut adalah daftar harga kamera DSLR Nikon D7000 dan spesifikasi lengkapnya.

TYPE
TYPESingle-lens reflex digital camera
LENS MOUNTNikon F mount (with AF coupling and AF contacts)
EFFECTIVE ANGLE OF VIEWApprox. 1.5 x lens focal length (Nikon DX format)
EFFECTIVE PIXELS
EFFECTIVE PIXELS16.2 million
IMAGE SENSOR
IMAGE SENSOR23.6 x 15.6 mm CMOS sensor
TOTAL PIXELS16.9 million
DUST-REDUCTION SYSTEMImage sensor cleaning, Image Dust Off reference data (optional Capture NX 2 software required)
STORAGE
IMAGE SIZE (PIXELS)
  • 4,928 x 3,264 [L]
  • 3,696 x 2,448 [M]
  • 2,464 x 1,632 [S]
FILE FORMAT
  • NEF (RAW): 12 or 14 bit, lossless compressed or compressed
  • JPEG: JPEG-Baseline compliant with fine (approx. 1:4), normal (approx. 1:8) or basic (approx. 1:16) compression (Size priority); Optimal quality compression available
  • NEF (RAW) + JPEG: Single photograph recorded in both NEF (RAW) and JPEG formats
PICTURE CONTROL SYSTEMStandard, Neutral, Vivid, Monochrome, Portrait, Landscape; selected Picture Controlcan be modified; storage for custom Picture Controls
MEDIASD (Secure Digital), SDHC and SDXC memory cards
DOUBLE SLOTSSlot 2 can be used for overflow or backup storage or for separate storage of copies created using NEF + JPEG; pictures can be copied between cards
FILE SYSTEMDCF (Design Rule for Camera File System) 2.0, DPOF (Digital Print Order Format), Exif 2.3 (Exchangeable Image File Format for Digital Still Cameras), PictBridge
VIEWFINDER
VIEWFINDEREye-level pentaprism single-lens reflex viewfinder
FRAME COVERAGEApprox. 100% horizontal and 100% vertical
MAGNIFICATIONApprox. 0.94 x (50 mm f/1.4 lens at infinity, -1.0 m-1)
EYEPOINT19.5 mm (-1.0 m-1)
DIOPTER ADJUSTMENT-3 to +1 m-1
FOCUSING SCREENType B BriteView Clear Matte screen Mark II with AF area brackets (framing grid can be displayed)
REFLEX MIRRORQuick return
DEPTH-OF-FIELD PREVIEWPressing depth-of-field preview button stops lens aperture down to value selected by user (A and M modes) or by camera (other modes)
LENS APERTUREInstant return, electronically controlled
LENS
COMPATIBLE LENSES
  • DX AF NIKKOR: All functions supported
  • Type G or D AF NIKKOR: All functions supported (PC Micro-NIKKOR does not support some functions); IX-NIKKOR lenses not supported
  • Other AF NIKKOR: All functions supported except 3D color matrix metering II; lenses for F3AF not supported
  • AI-P NIKKOR: All functions supported except 3D color matrix metering II
  • Non-CPU: Can be used in modes A and M; color matrix metering and aperture value display supported if user provides lens data (AI lenses only)
  •  Note: Electronic rangefinder can be used if maximum aperture is f/5.6 or faster
SHUTTER
TYPEElectronically-controlled vertical-travel focal-plane shutter
SPEED1/8,000 to 30 s in steps of 1/3 or 1/2 EV, bulb, time (requires optional Remote Control ML-L3), X250
FLASH SYNC SPEEDX = 1/250 s; synchronizes with shutter at 1/320 s or slower (flash range drops at speeds between 1/250 and 1/320 s)
RELEASE
RELEASE MODESS (single frame), CL (continuous low speed), CH (continuous high speed), Q (quiet shutter-release), self-timer(self-timer), remote control(remote control), MUP (mirror up)
FRAME ADVANCE RATEApprox. 1 to 5 fps (CL) or approx. 6 fps (CH) (CIPA guidelines)
SELF-TIMER2 s, 5 s, 10 s, 20 s; 1 to 9 exposures at intervals of 0.5, 1, 2, or 3 s
REMOTE RELEASE MODESDelayed remote, quick-response remote, remote mirror-up
EXPOSURE
METERINGTTL exposure metering using 2,016-pixel RGB sensor
METERING METHOD
  • Matrix: 3D color matrix metering II (type G and D lenses); color matrix metering II (other CPU lenses); color matrix metering available with non-CPU lenses if user provides lens data
  • Center-weighted: Weight of 75% given to 8-mm circle in center of frame; diameter of circle can be changed to 6, 10 or 13 mm, or weighting can be based on average of entire frame (fixed at 8 mm when non-CPU lens is used)
  • Spot: Meters 3.5-mm circle (about 2.5 % of frame) centered on selected focus point (on center focus point when non-CPU lens is used)
RANGE
(ISO 100, F/1.4 LENS, 20°C/68°F)
  • Matrix or center-weighted metering: 0 to 20 EV
  • Spot metering: 2 to 20 EV
EXPOSURE METER COUPLINGCombined CPU and AI
EXPOSURE MODESAuto (auto; auto [flash off]), scene (portrait, landscape, child, sports, close up, night portrait, night landscape, party/indoor, beach/snow, sunset, dusk/dawn, pet portrait, candlelight, blossom, autumn colors, food, silhouette, high key, low key), programmed auto with flexible program (P), shutter-priority auto (S), aperture-priority auto (A), manual (M), U1 (user settings 1), U2 (user settings 2)
EXPOSURE COMPENSATION-5 to +5 EV in increments of 1/3 or 1/2 EV
EXPOSURE BRACKETING2 to 3 frames in steps of 1/3, 1/2, 2/3, 1 or 2 EV
EXPOSURE LOCKLuminosity locked at detected value with AE-L/AF-L button
ISO SENSITIVITY
(RECOMMENDED EXPOSURE INDEX)
ISO 100 to 6400 in steps of 1/3 or 1/2 EV; can also be set to approx. 0.3, 0.5, 0.7, 1 or 2 EV (ISO 25600 equivalent) above ISO 6400; auto ISO sensitivity control available
ACTIVE D-LIGHTINGCan be selected from auto, extra high, high, normal, low or off
ADL BRACKETING2 frames using selected value for one frame or 3 frames using preset values for all frames
FOCUS
AUTOFOCUSNikon Multi-CAM 4800DX autofocus sensor module with TTL phase detection, finetuning, 39 focus points (including 9 cross-type sensors), and AF-assist illuminator (range approx. 0.5 to 3 m/1 ft. 8 in. to 9 ft. 10 in.)
DETECTION RANGE-1 to +19 EV (ISO 100, 20°C/68°F)
LENS SERVO
  • Autofocus (AF): Single-servo AF (AF-S); continuous-servo AF (AF-C); auto AF-S/AF-C selection (AF-A); predictive focus tracking activated automatically according to subject status
  • Manual focus (M): Electronic rangefinder can be used
FOCUS POINTCan be selected from 39 or 11 focus points
AF-AREA MODESingle-point AF; 9-, 21- or 39-point dynamic-area AF, 3D-tracking, auto-area AF
FOCUS LOCKFocus can be locked by pressing shutter-release button halfway (Single-servo AF) or by pressing AE-L/AF-L button
FLASH
BUILT-IN FLASH
  • Auto,Portrait,Child,Close up,Night portrait,Party/indoor,Pet portrait: Auto flash with auto pop-up
  • P, S, A, M,Food: Manual pop-up with button release
GUIDE NUMBERApprox. 12/39 , 12/39 with manual flash (m/ft, ISO 100, 20°C/68°F)
FLASH CONTROL
  • TTL: i-TTL balanced fill-flash and standard i-TTL flash for digital SLR using 2,016-pixel RGB sensor are available with built-in flash and SB-900, SB-800, SB-700, SB-600 or SB-400 (i-TTL balanced fill-flash is available when matrix or center-weighted metering is selected)
  • Auto aperture: Available with SB-900/SB-800 and CPU lens
  • Non-TTL auto: Supported flash units include SB-900, SB-800, SB-28, SB-27 and SB-22S
  • Distance-priority manual: Available with SB-900, SB-800 and SB-700
FLASH MODES
  • Auto,Portrait,Child,Close up,Party/indoor,Pet portrait: Auto, auto with red-eye reduction, off; fill-flash and red-eye reduction available with optional flash units
  • Night portrait: Auto slow sync, auto slow sync with red-eye reduction, off; slow sync and slow sync with red-eye reduction available with optional flash units
  • Landscape,Sports,Night landscape,Beach/snow,Sunset,Dusk/dawn,Candlelight,Blossom,Autumn colors,Silhouette,High key,Low key: Fill-flash and red-eye reduction available with optional flash units
  • Food: Fill-flash
  • P, A: Fill-flash, slow sync, red-eye reduction, slow sync with red-eye reduction, rear-curtain with slow sync
  • S, M: Fill-flash, red-eye reduction, rear-curtain sync
FLASH COMPENSATION-3 to +1 EV in increments of 1/3 or 1/2 EV
FLASH BRACKETING2 to 3 frames in steps of 1/3, 1/2, 2/3, 1 or 2 EV
FLASH-READY INDICATORLights when built-in flash or optional flash unit such as SB-900, SB-800, SB-700, SB-600 or SB-400 is fully charged; blinks for 3 s after flash is fired at full output
ACCESSORY SHOEISO 518 hot-shoe with sync and data contacts, and safety lock
NIKON CREATIVE LIGHTING
SYSTEM (CLS)
Advanced Wireless Lighting supported with built-in flash, SB-900, SB-800, SB-700 or SU-800 as commander and SB-900, SB-800, SB-700, SB-600 or SB-R200 as remotes; Auto FP high-speed sync and modeling illumination supported with all CLS-compatible flash units except SB-400; Flash Color Information Communication and FV lock supported with all CLS-compatible flash units
SYNC TERMINALSync Terminal Adapter AS-15 (available separately)
WHITE BALANCE
WHITE BALANCEAuto (2 types), incandescent, fluorescent (7 types), direct sunlight, flash, cloudy, shade, preset manual (up to 5 values can be stored), choose color temperature (2,500 K to 10,000 K), all with fine tuning; white balance bracketing: 2 to 3 frames in steps of 1, 2 or 3
LIVE VIEW
LENS SERVO
  • Autofocus (AF): Single-servo AF (AF-S); full-time-servo AF (AF-F)
  • Manual focus (M)
AF-AREA MODESFace-priority AF, wide-area AF, normal-area AF, subject-tracking AF
AUTOFOCUSContrast-detect AF anywhere in frame (camera selects focus point automatically when face-priority AF or subject-tracking AF is selected)
MOVIE
METERINGTTL exposure metering using main image sensor
METERING METHODMatrix
FRAME SIZE (PIXELS)
AND FRAME RATE
[NTSC] · 1,920 × 1,080 (24p); 24 (23.976) fps · 1,280 × 720 (30p); 30 (29.97) fps · 1,280 × 720 (24p); 24 (23.976) fps · 640 × 424 (30p); 30 (29.97) fps
[PAL] · 1,920 × 1,080 (24p); 24 (23.976) fps · 1,280 × 720 (25p); 25 fps · 1,280 × 720 (24p); 24 (23.976) fps · 640 × 424 (25p); 25 fps
Choice of normal and high quality available
MAXIMUM LENGTHApprox. 20 minutes
FILE FORMATMOV
VIDEO COMPRESSIONH.264/MPEG-4 Advanced Video Coding
AUDIO RECORDING FORMATLinear PCM
AUDIO RECORDING DEVICEBuilt-in monaural or external stereo microphone; sensitivity adjustable
MONITOR
LCD MONITOR7.5-cm (3-in.), approx. 921k-dot (VGA), low-temperature polysilicon TFT LCD with 170° viewing angle, approx. 100% frame coverage, and brightness adjustment
PLAYBACK
PLAYBACK FUNCTIONFull-frame and thumbnail (4, 9 or 72 images or calendar) playback with playback zoom, movie playback, slide show, highlights, histogram display, auto image rotation and image comment (up to 36 characters)
INTERFACE
USBHi-Speed USB
VIDEO OUTPUTNTSC, PAL; images can be displayed on external device while camera monitor is on
HDMI OUTPUTType C mini-pin HDMI connector; camera monitor turns off when HDMI cable is connected
ACCESSORY TERMINAL
  • Remote cord: MC-DC2 (available separately)
  • GPS Unit: GP-1 (available separately)
SUPPORTED LANGUAGES
SUPPORTED LANGUAGESArabic, Chinese (Simplified and Traditional), Czech, Danish, Dutch, English, Finnish, French, German, Indonesian, Italian, Japanese, Korean, Norwegian, Polish, Portuguese, Russian, Spanish, Swedish, Thai, Turkish
POWER SOURCE
BATTERYOne Rechargeable Li-ion Battery EN-EL15
BATTERY PACKOptional Multi-Power Battery Pack MB-D11 with one Rechargeable Li-ion Battery EN-EL15 or six R6/AA size alkaline, NiMH or lithium batteries
AC ADAPTERAC Adapter EH-5a; requires Power Connector EP-5B (available separately)
TRIPOD SOCKET
TRIPOD SOCKET1/4 in. (ISO 1222)
DIMENSIONS / WEIGHT
DIMENSIONS (W X H X D)Approx. 132 × 105 × 77 mm (5.2 × 4.1 × 3.0 in.)
WEIGHTApprox. 780 g (1 lb. 11.5 oz.) with battery and memory card but without body cap; Approx. 690 g (1 lb. 8.3 oz.) camera body only
OPERATING ENVIRONMENT
TEMPERATURE0 to 40°C (32 to 104°F)
HUMIDITYLess than 85% (no condensation)
ACCESSORIES
SUPPLIED ACCESSORIES
(MAY DIFFER BY COUNTRY OR AREA)
Rechargeable Li-ion Battery EN-EL15, Battery Charger MH-25, Eyepiece Cap DK-5, Rubber Eyecup DK-21, USB Cable UC-E4, Audio Video Cable EG-D2, Camera Strap AN-DC1, LCD Monitor Cover BM-11, Body Cap BF-1B, Accessory Shoe Cover BS-1, ViewNX 2 CD ROM

Posted on 01.02 by Unknown

No comments